Pengertian Kernel Sistem Operasi
Saat ini kita disuguhi berbagai macam sistem operasi, mulai dari
Windows, Mac Os X, Android, ubuntu, dan masih banyak lagi, yang hadir
dalam beragam gadget. Seiring dengan itu kita makin mengenal bahwa
masing-masing sistem operasi memiliki karakteristik yang berbeda, baik
cara mengoperasikan, tampilan, maupun dukungan software-nya. Namun,
tahukah Anda semua sistem operasi yang ada saat inimemiliki satu
komponen yang sama? Komponen itu bernama Kernel. Ya, dalam sistem
operasi modern, kernel merupakan bagian dalam sistem kerja operasi.
Fungsi Kernel.
Ibarat sebuah bangunan, kernel adalah pondasinya. Peran utama
kernel dalam sistem operasi adalah menghubungkan program aplikasi dengan
Hardware. Dengan adanya kernel, aplikasi dalam sistem operasi dapat
mengakses hardware secara aman. Kernel juga berperan untuk mengatur
kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan hardware. Hal ini
dilakukan karena akses ke hardware terbatas, sedangkan ada banyak
program yang harus dilayani dalam waktu yang sama.
Sebenarnya perangkat komputer dapat menjalankan fungsinya tanpa
kernel, seperti yang pernah terjadi masa-masa awal komputer dikembangkan
(sekitar tahun 1950), namun hal ini dapat merepotkan pengguna komputer
yang mesti mereset ulang komputer setiap kali membuka program baru.
Dampaknya jelas membuat kerja komputer menjadi sangat lambat, bahkan
untuk menjalankan program yang sederhana mungkin.
Untuk itulah dibuat akses yang dapat menyimpan komponen program
dalam komputer untuk mempercepat akses program ke hardware tanpa
melakukan reset ulang. Muncullah kemudian sistem debugger atau loader,
dan juga ROM (Random Access Memory), seiring perkembangan teknologi
peran semua sistem tersebut menjadi digabungkan dalam kernel. Dengan
kernel kerja sistem operasi komputer menjadi lebih cepat dan stabil.
Jenis Kernel.
Tak banyak mengetahui bahwa Linux sebenarnya bukan sistem operasi
melainkan adalah Kernel. Sistem operasi yang menggunakan kernel linux
kerap disebut sebagai distro Linux, seperti Android, Ubuntu, OpenSuse,
Fedora, dan Mandrive. Sedangkan OS Microsoft Windows menggunakan kernel
Windows NT. Berdasarkan sistem kerjanya, kernel sistem operasi ini
dibagi menjadi beberapa jenis kernel. Saat ini ada 3 (tiga) jenis kernel
yang kerap digunakan sistem operasi modern, yaitu :
1. Kernel Monolitik.
Dalam sistem kernel monolitik, semua layanan sistem operasi
dijalankan bersamaan melalui kernel utama. Hal ini membuat sistem
operasi dengan kernel monolitik memiliki akses hardware secara penuh dan
beragam. Namun kelemahan kernel monolitik adalah ketegantungannya pada
suatu kernel utama menyebabkan rentan mangalami crash pada seluruh
sistem operasi meski hanya terjadi gangguan pada satu driver sistem
operasi. Saat ini kernel monolitik dikembangkan lagi dikembangkan lagi
menjadi beberapa jenis, beberapa diantaranya adalah Linux dan FreeBSD.
2. Mikrokernel.
Mikrokernel menggunakan sebuah server yang akan menjembatani akses
kernel dengan hardware. Server ini bertugas memilah dan menerjemahkan
perintah yang dikirim oleh software, sehingga kernel dapat melakukan
akses ke hardware secara tepat dan efektif. Dengan sistem kerja seperti
ini, mikrokernel dapat lebih mudah dikelola dan memiliki tingkat
stabilitas serta keamanan yang tinggi. Namun, kelemahannya, kerja
mikrokernel dapat melambat ketika menghadapi akses program yang banyak.
Karena sistem yang stabil dan aman, mikrokernel kerap digunakan sistem
operasi perangkat komputer server, namun pernah juga digunakan sebagian
bahan dari sistem operasi ponsel, yaitu Symbian.
3. Kernel Hibrida.
Kernel ini sebenarnya merupakan pengembangan dari mikrokernel. Jika
di mikrokernel berada diluar kernel, di kernel hibrida server
terintegrasi dalam kernel. Hal ini membuat kerja kernel dapat bekerja
secepat kernel monolitik dan memiliki tingkat keamanan seperti kernel
mikrokernel. Namun disisi lain kernel ini memungkinkan terjadinya banyak
lubang dalam sistem keamanan OS, karena akses komunikasi program ke
hardware mesti melalui banyak lapisan yang tidak memiliki tingkat
keamanan serupa. Sistem kernel hibrida banyak digunakan oleh sistem
operasi komersial modern, seperti Microsoft Windows dengan kernel
Windows NT-nya dan Mac OS X dengan kernel XNU-nya. (by T-Plus Magz)